PENERAPAN E-BUSINESS PADA PT. INIXINDO PERSADA
REKAYASA KOMPUTER
Oleh:
Bambang Riono, S.Kom
38 PLSI
PT. Inixindo
Persada Rekayasa Komputer Sebagai salah
satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi yang mengkhususkan
pada bidang pelatihan.
1.
Latar Belakang
Perusahaan Menerapkan E-Business :
ü Bertujuan untuk Green ICT yakni mendukung
penghijauan dalam bidang teknologi informasi.
ü Peningkatan kualitas pelayanan kepada klien.
ü Efisiensi biaya-Penerapan DSS (Decision Support
System) oleh pihak manajemen.
ü Meningkatkan profit perusahaan.
2.
Lima keuntungan
yang ditawarkan oleh e-business Menurut Charles R. Riegerdan Marry P. Donato :
- Efficiency. -
Reach. - Opportunity.
- Effectiveness. -
Structure.
3.
Faktor Pendorong
E-Business
·
Customer
ExpectationsYang diharapkan konsumen pada saat ini tidak cukup dipuaskan dengan
baiknya kualitas sebuah produk, tetapi pelanggan juga mengharapkan adanya
pelayanan pra dan pasca jual yang baik.
·
Competitive
ImperativesGlobalisasi telah membentuk sebuah arena persaingan dunia usaha yang
sangat ketat. Pelanggan akan dengan mudah membandingkan kualitas produk dan
pelayanan antar perusahaan, hal ini memaksa perusahaaan mengembangkan strategi
bisnis yang tepat.-DeregulationSecara makro deregulasi yang dilakukan oleh
pemerintah maupun negara-negaralain telah (lembaga lain seperti WTO, APEC,
AFTA) turut mewarnai bentuk dunia usaha dimasa datang terutama dengan konsep
perdagangan bebas antar negara dan industri. Internet disini dinggap sebagai
sebuah arena dimana konsep kompetisi sempurna danpasar terbuka telah terjadi
terutama produk-produk dan jasa-jasa yang dapat digitalisasi.
·
TechnologyE-business
adalah kemajuan teknologi informasi yang didominasi oleh percepatan teknologi
komputer dan telekomunikasi. Fungsi dari teknologi informasi tidak hanya
kritikal bagi perkembangan e-business tetapi justru menjadi penggerak dari
dimungkinkannya model-model bisnis baru.
4.
Aplikasi E-Business
Aplikasi yang di pakai oleh perusahaan PT. INIXINDO
adalah CRM (Customer Relationship Management) Dengan memanfaatkan teknologi CRM,
perusahaan dapat menjaga relasi dengan klien dan dapat mengelola bisnis untuk
meningkatkan prospek masa depan.Penerapan CRM yang memanfaatkan perangkat lunak
adalah salah satu tujuan PT. Inixindo dalam program Green ICT yakni mendukung
penghijauan dalam bidang teknologi informasi dengan mengurangi penggunaan
kertas.Seperti halnya penerapan aplikasi pada umumnya, penerapan CRM juga masih
mempunyai kendala. Sosialisasi dari penggunaan perangkat lunak pada proses
bisnis sangatlah diperlukan karena sebagian pengguna masih terbiasa dengan
kebiasaan lama mereka, misalnya masih mengandalkan tulisan tangan dan
penggunaan kertas. Juga familiarisasi penggunaan komputer dalam pekerjaan
sehari-hari menjadi salah satu poin penting dalam kesuksesan penggunaan perangkat
lunak.Dari faktor teknis juga ditemukan beberapa kendala. Kehandalan perangkat
keras menjadi poin yang harus diperhatikan oleh pihak pengembang aplikasi.
Mesin server yang lemah tentunya akan menghambat kinerja pengguna, dalam hal
ini adalah para Account Executive (Sales) yang dapat mengakibatkan terhambatnya
proses sosialisasi CRM tersebut.Sinergi dari seluruh pihak terkait sangat
dibutuhkan. Kesalahan komunikasi dari pihak manajemen, pengguna dan pengembang
menentukan kesuksesan dari penerapan CRM.
5.
Hasil Penerapan
Dari E-Business
Penerapan e-business pada PT. INIXINDO memberikan
keuntungan baik untuk pihak perusahaan maupun bagi pihak customer.
Sumber : http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/06/22/penerapan-e-business-dengan-crm/
=====================================================================
PENERAPAN
E-BISNIS PADA PT. SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY (SMART), TBK
PT.
Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART), Tbk adalah sebuah perusahaan
agribisnis dengan komoditi utama berupa kelapa sawit yang berkantor pusat di
jalan M. H. Thamrin No. 51 Kav. 22, Jakarta 10350.
Kegiatan
e-bisnis dapat dilakukan dalam beberapa model, misalnya Business to Consumer (B2C),
Business to Business (B2B), Business to Government (B2G), Dan Business to
Education (B2E).
Sistem
e-bisnis pada PT. SMART, Tbk yang akan dianalisis adalah e-bisnis model B2C.
Dalam hal ini, perusahaan berusaha memberi kemudahan bagi konsumen untuk mengakses
atau mengetahui tentang perusahaan yang dimaksud. Tidak hanya konsumen, namun
juga pihak-pihak lain dapat memanfaatkan sistem ini, seperti investor, bahkan
para pencari kerja. B2C menjembatani aktivitas antara organisasi dalam hal ini
PT. SMART, Tbk. dengan para konsumen serta pihak yang berkepentingan lainnya.
Salah satu cara yang ditempuh perusahaan dalam menerapkan e-bisnis adalah
dengan memanfaatkan media jaringan dan komunikasi. PT. SMART, Tbk telah
menyediakan situs/website tentang perusahaannya di internet yang dapat diakses
oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja ( www.smart tbk.com). Penerapan
situs ini terkait dengan citra perusahaan dan merupakan salah satu cara yang
dilakukan perusahaan untuk lebih mengenalkan kepada khalayak, baik produk
maupun perusahan itu sendiri (salah satu bentuk e-bisnis dalam hal promosi).
Menurut
Charles R. Rieger dan Marry P. Donato setidakknya ada 5 keuntungan yang
ditawarkan oleh e-Business:
1. Efficiency
Sebuah
riset memperlihatkan bahwa kurang lebih 40% dari total biaya operasional
perusahaan diperuntukkan bagi aktivitas penyeberan informasi ke divisi-divisi
terkait. Dengan dimanfaatkannya teknologi informasi maka terlihat bagaimana
perusahaan dapat mengurangi total biaya operasional.Contohnya : bagaimana
fasilitas email dapat mengurangi biaya komunikasi pengiriman dokumen.
2. Effectiveness
Dengan
dimanfaatkannya teknologi informasi, pelanggan dapat berhubungan dengan
perusahaan kapan saja, 7 hari seminggu 24 jam non stop.
3. Reach
Perusahaan
mampu memperluas jangkaun dan ruang gerak perusahaan untuk ekspansi dengan
mudah (menembus batas ruang dan waktu) dan tanpa memerlukan biaya yang relatif
mahal.
4. Structure
Konsep
brick-and-morter menjelma menjadi click-and-morter telah mengubah prilaku
perusahaan dalam pendekatan bisnis.
5. Opportunity
Terbukannya
peluang yang lebar bagi pelaku bisnis untuk berinovasi menciptakan
produk-produk atau jasa-jasa baru akibat ditemukannya teknologi baru dari masa
kemasa.
Faktor Pendorong E-Business
Perkembangan
implemantasi konsep e-business disebuah industri atau negara sangat dipengaruhi
oleh external driving force yaitu :
·
Customer
Expectations
Yang
diharapkan konsumen pada saat ini tidak cukup dipuaskan dengan baikknya
kualitas sebuah produk, tetapi pelanggan juga mengharapkan adanya pelayanan pra
dan pasca jual yang baik. Spektrum pelayanan yang dimaksud antar lain : Pemesanan
dapat dilaksanakan anytime, anywhere, pembayaran pembelian produk dengan metode
yang beragam misalnya kartu kredit, kartu debit maupun layanan transfer, dan
adanya fasilatas asuransi produk serta pengiriman produk yang cepat dan harga
kompetitif, dan lain-lain.
·
Competitive
Imperatives
Globalisasi
telah membentuk sebuah arena persaingan dunia usaha yang sangat ketat.
Pelanggan akan dengan mudah membandingkan kualitas produk dan pelayanan antar
perusahaan, hal ini memaksa perusahaaan mengembangkan strategi bisnis yang
tepat.
·
Deregulation
Secara
makro deregulasi yang dilakukan oleh pemerintah maupun negara-negara lain telah
(lembaga lain seperti WTO, APEC, AFTA) turut mewarnai bentuk dunia usaha dimasa
datang terutama dengan konsep perdagangan bebas antar negara dan industri.
Internet disini dinggap sebagai sebuah arena dimana konsep kompetisi sempurna
dan pasar terbuka telah terjadi terutama produk –produk dan jasa-jasa yang
dapat digitalisasi.
·
Technology
E-business
adalah kemajuan teknologi informasi yang didominasi oleh percepatan teknologi
komputer dan telekomunikasi. Fungsi dari teknologi informasi tidak hanya
kritikal bagi perkembangan e-business tetapi justru menjadi penggerak dari
dimungkinkannya model-model bisnis baru.
Aplikasi E-Business
Di
dalam dunia e-business, begitu banyak aplikasi yang ditawarkan oleh para
vendor. Berbeda dengan perkembangan aplikasi di dunia nyata yang bermula dari
paket-paket aplikasi yang bersifat fungsional, di dunia maya beragam aplikasi
e-business dibangun berdasarkan paradigma proses (business process). Jika
memperhatikan rangkaian business process yang kerap ditemukan di perusahaan,
dari arah hulu menuju ke hilir, aplikasi e-business dapat dikategorikan menjadi
empat jenis.
Cara
yang paling mudah dalam memahami keempat kategori aplikasi ebusiness ini adalah
dengan mencoba bergerak dari rangkaian proses hilir menuju hulu. Alasan
pendekatan tersebut dipakai adalah karena di era bisnis moderen saat ini,
perusahaan berdiri karena adanya pelanggan yang membutuhkan sebuah produk atau
pelayanan tertentu. Berangkat dari pendekatan tersebut, maka pada bagian hilir
akan dijumpai rangkaian proses yang menghubungkan sebuah perusahaan dengan para
pelanggannya (customers). Konsep yang biasa dipergunakan dalam membangun
aplikasi kategori ini adalah Customer Relationship Management (CRM). Konsep ini
mengajarkan kiat dan strategi untuk membangun dan menjalin hubungan yang
efektif antara perusahaan dengan pelanggannya agar tercapailah apa yang kerap
diistilahkan sebagai customer satisfaction, customer loyalty, dan customer
retention. Termasuk di dalam proses CRM adalah:
· Proses penanganan keluhan pelanggan.
· Proses penanganan pesanan pelanggan.
· Proses penanganan permintaan informasi
dari pelanggan.
· Proses pengelolaan data dan informasi
seputar pelanggan.
· Proses pengelolaan kebutuhan
pelanggan.
· Proses analisa karakteristik dan
perilaku pelanggan.
· Dan lain sebagainya.
Berdasarkan
data dan informasi yang diperoleh dari hubungan interaksi dengan pelanggan
inilah perusahaan menentukan konfigurasi dan spesifikasi produk dan/atau jasa
yang ingin dihasilkan. Rangkain proses yang berkaitan dengan aktivitas desain
produk dan/atau jasa ini kerap menggunakan konsep Product Design Management
(PDM). Seperti diketahui bersama, dengan adanya e-business dan internet,
pelanggan dapat ikut berpartisipasi dalam proses pembuatan produk. Contohlah
seorang pelanggan yang dapat memesan CD audio berisi lagu-lagu kesukaannya
dengan cara memilih ribuan lagu yang ada pada daftar; atau seorang penggemar
buku yang dapat memilah-milah artikel atau bab-bab yang ingin dibelinya; atau
seorang pecinta mobil yang ingin memperoleh mobil unik dengan suku cadang
pilihannya; atau seorang programmer yang ingin membeli komputer dengan
spesifikasi unggulannya dan lain sebagainya.
Proses
pengelolaan desain produk di sini sepenuhnya dibantu oleh aplikasi-aplikasi
e-business. Setelah perusahaan mengetahui produk-produk semacam apa yang
dipesan pelanggan beserta spesifikasi dan kuantitasnya, maka perusahaan harus
mulai menjalankan rangkaian proses perencanaan sumber daya-sumber daya yang
dibutuhkan untuk dialokasikan dalam proses produksi. Konsep manajemen yang
paling maju untuk dipergunakan dalam proses pengalokasian sumber daya dan
produksi adalah Enterprise Resource Planning (ERP). Konsep aplikasi e-business
kategori ini secara utuh mengintegrasikan proses-proses yang berkaitan dengan
aktivitas “manufaktur” produk atau jasa, dan aktivitas-aktivitas pendukung
lainnya (seperti permasalahan keuangan, administrasi, dan sumber daya manusia)
mulai dari pengadaan bahan baku sampai dengan distribusinya ke tangan
pelanggan.
Berdasarkan
kebutuhan berbagai sumber daya yang didefinisikan pada proses-proses terkait
dengan ERP, perusahaan kemudian harus menyusun strategi pasokan bahan-bahan
mentah produksi. Rangkaian proses manajemen pengadaan bahan-bahan mentah yang
biasa diperoleh perusahaan dengan melakukan pemesanan kepada para pemasok (suppliers)
ini dikenal dengan istilah Supply Chain Management (SCM). Rangkaian proses yang
berada di hulu perusahaan ini merupakan antarmuka (interface) yang
menghubungkan perusahaan dengan mitra bisnisnya (terutama para pemasok). Jika
CRM cenderung menerapkan aplikasi bisnis e-commerce bertipe B-to-C, maka pada
SCM aplikasi bisnis yang kerap dipergunakan adalah yang bertipe B-to-B.
Sumber : http://kelompoktugaskomas.blogspot.co.id/2014/05/tugas-kelompok-komputer-dan-masyarakat.html#gpluscomments
========================================================================
IMPLEMENTASI
E-BISNIS
E-CURRENCY
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
E-currency itu merupakan mata uang
digital yang hanya bisa dibelanjakan secara online untuk membeli sebuah produk
atau jasa tertentu di internet. Dalam arti lain juga bisa dikatakan bahwa e-
currency adalah mata uang dunia maya, karena memang e- currency ini tidak
berbentuk tetapi hanya memiliki nilai saja yang nantinya jumlah nilai dari
e-currency tersebut bisa kita tukarkan kepada perusahaan maupun perorangan yang
menyediakan jasa penukaran mata uang e-currency dengan mata uang rupiah yang
berlaku di indonesia.
Sehingga setelah
menukarkan jumlah nilai e- currency yang kita miliki tadi akan berubah menjadi
mata uang rupiah nyata yang tentunya bisa kita gunakan untuk segala macam
kebutuhan di dunia nyata/ offline.
Selain itu E-Currency dapat didefinisikan
sebagai salah satu unit alat pembayaran modern yang memanfaatkan media
internet. Dengan tumbuhnya Internet dan perdagangan elektronik di seluruh
dunia, perputaran mata uang kertas telah menjadi usang. Pada abad ke-21, mata
uang elektronik yang juga dikenal sebagai E-Currency dengan cepat menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari sistem keuangan global.
1.2 Identifikasi
Masalah
Mengirim dan menerima
uang langsung ke keluarga, teman dan asosiasi bisnis di seluruh dunia.
Melakukan transaksi online
24 jam sehari ke mana saja.
Menerima pembayaran
real-time online atas penjualan barang danjasa, online game, pelelangan, dan
lain-lain. Memudahkan penukaran dari mata uang dolar ke emas, dan sebaliknya
1.3 Manfaat
Manfaat E-currency bagi
para penggunanya :
GRATIS pendaftaran
account
Pembayaran Real-time
online
Mengirim pembayaran
dengan satu klik.
Menerima Email atau
bukti pembayaran.
Biaya yang lebih rendah
dibandingkan biaya kartu kredit.
Keamanan yang ketat
dengan verifikasi PIN khusus penarikan.
2. LANDASAN TEORI
2.1. Perbedaan E-currency
Perbedaan harga. Tidak
dapat dipungkiri lagi bahwa nilai emas dalam mata uang nasional kita akan
berbeda dengan harga emas yang berlaku
pada dunia E-Currency
Meskipun biaya
transaksi yang tidak mahal, terutama bila dibandingkan dengan sistem
konvensional seperti perbankan, kartu kredit, Western Union dan sejenisnya,
masih ada biaya yang akan dipertimbangkan. Biaya transaksi pada layanan
tradisional biasanya berkisar antara 2% hingga 15%, tergantung pada banyak hal.
Contoh : Jika kita menggunakan kartu kredit untuk membeli emas, maka kita akan
terkena biaya yang lebih tinggi dari biasanya. Jika kita membayar dengan cash
maka biaya akan semakin sedikit.
Transaksinya seketika .
Tidak ada "perbedaan waktu" bagi pihak manapun. Setelah 'selesai
melakukan transaksi', maka saldo pada rekening kita akan berpindah ke rekening
tujuan sebesar nilai transaksi yang kita lakukan. Tidak ada pembatalan
transaksi. Tidak seperti transaksi pada bank yang dapat diklaim tidak benar,
atau klaim pembayaran kartu kredit yang mungkin yang tidak sah. E-Currency
tidak akan membatalkan transaksi yang telah kita lakukan. Oleh karena itu, kita
harus yakin benar sebelum melakukan transaksi. Kita tidak dapat meminta kembali
uang kita dengan alasan apapun.
2.2. Keunggulan E-Currency
Sebaliknya, proses pembayaran dengan
e-currency akan meminimalisir waktu yang dibutuhkan untuk transaksi pembayaran
atau penarikan secara online. Selain itu, universalitas e-currency memudahkan
setiap klien untuk bertransaksi di semua situs online dari berbagai negara. Secara
umum, keunggulan-keunggulan e-currency adalah sebagai berikut:
-
Tidak dapat
dipalsukan
-
Dapat dipakai
untuk melakukan pembayaran atau penarikan online hampir tanpa delay
-
Mengambil
pinjaman
-
Sistem keamanan
pada akun e-payment dapat menjamin kerahasiaan identitas dan mencegah campur
tangan pihak ketiga.
-
Bersifat
independen, karena hanya Anda sendiri yang dapat memantau semua transaksi
pembayaran, penarikan, transfer, dan kegiatan keuangan lain pada akun e-payment
Anda.
2.3. Kegunaan
E-Currency
Di broker Exness misalnya, penarikan dengan wire transfer dan kartu
kredit membutuhkan waktu setidaknya 3-5 hari, sedangkan penarikan yang
dilakukan lewat e-currency dari broker tersebut dapat tereksekusi secara
instan. FBS juga memiliki kondisi yang serupa, karena baik dalam proses
pembayaran maupun penarikan, transaksi dengan e-currency diproses secara instan
dan memiliki komisi yang lebih rendah daripada transfer melalui bank, yang
prosesnya bisa berlangsung selama 5-7 hari kerja. Sementara itu, MFX Broker
juga memiliki penawaran yang hampir sama. Broker yang dulunya bernama
Masterforex ini membutuhkan waktu sekitar 0-3 jam untuk proses pembayaran atau
penarikan dengan kredit. Sementara fasilitas yang disediakan dari e-currency
semuanya diproses secara instan.
2.4. E-Payment Sebagai Penyedia E-Currency
Salah satu e-payment populer yang
menyediakan e-currency adalah Webmoney Situs penyedia sistem pembayaran online
yang berasal dari Rusia ini telah melayani lebih dari 26 juta klien di seluruh
dunia. Terdapat 3 jenis mata uang yang dapat ditukarkan untuk mengisi saldo
pada akun WebMoney, yaitu USD, Euro, dan Rubel. Pembayaran e-currency dengan
WebMoney saat ini tersedia di banyak situs-situs online, menjadikan e-payment
ini sebagai salah satu sistem pembayaran online utama.
Sementara itu,
Indonesia juga memiliki e-payment lokal, atau yang biasa dikenal dengan
FasaPay. Saat ini, Fasepay cukup populer di kalangan trader Indonesia karena
banyak broker-broker luar negeri yang berekspansi di Indonesia juga menerima
pembayaran dan penarikan melalui FasaPay.
2.5. Deposit dan
Penarikan E-currency
1. Mengisi Saldo dan
Menarik Dana Secara Langsung
Cara ini dilakukan dengan menyetorkan
atau menarik sejumlah dana dari rekening bank ke akun e-payment yang Anda
kelola. Metode ini biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama, biasanya hingga
1-7 hari. Anda kadang juga akan terkena komisi dari bank, serta dikenai
pembatasan jumlah untuk setiap penarikan.
2. Menggunakan Jasa
Changer
Changer berperan sebagai penghubung dalam
proses jual-beli e-currency. Anda dapat melakukan deposit atau penarikan dari rekening bank lokal ke akun
e-payment secara cepat, mudah, dan murah jika sebelumnya Anda telah mendaftar
pada changer lokal yang menjadi partner e-payment Anda. Hal ini bisa terjadi
karena changer dapat menyetorkan dana langsung ke akun e-payment. Jumlah dana
yang akan masuk pada akun e-payment akan disesuaikan dengan kurs beli pada
changer pilihan Anda. Banyak changer lokal yang bisa Anda pilih untuk melakukan
deposit dan penarikan e-currency pada
akun e-payment Anda, salah satunya adalah sentraegold.com. Changer ini melayani
jual beli online WebMoney dan FasaPay. Bagi Anda yang berminat untuk
bertransaksi online dengan e-currency dari kedua e-payment tersebut, Anda dapat
mendaftar di sentraegold.com untuk melakukan jual beli online FasaPay atau WebMoney.
PENUTUP
Kesimpulan
Meskipun saat ini sistem perbankan juga
menyediakan fasilitas pembayaran online dengan wire transfer, namun proses
transaksi dari bank-bank pada umumnya membutuhkan waktu lama dan cenderung
berbelit-belit, terutama jika Anda melakukan transaksi berskala internasional.
Dibanding sistem pembayaran dan penarikan lewat transfer bank, penggunaan
e-currency lebih memudahkan Anda untuk melakukan transaksi ke berbagai negara
di dunia. Misalnya, kegiatan trading seperti spot forex dan binary options yang
banyak disediakan broker luar negeri, akan lebih mudah dilakukan jika
pembayaran dan penarikannya diproses lewat e-payment yang menaungi akun
e-currency Anda. Hal ini dikarenakan, persyaratan pembayaran lewat wire
transfer dinilai lebih merugikan dari segi waktu dan biaya.
Jika Anda adalah trader forex atau
binary options, memiliki akun e-currency akan membantu Anda untuk melangsungkan
proses deposit dan penarikan secara cepat dan mudah. Saat ini, banyak broker
forex yang menerima pembayaran deposit dan penarikan dengan e-currency. Metode
transaksi yang dilakukan dengan e-currency secara umum memiliki kondisi dan
persyaratan yang lebih baik jika dibandingkan dengan sistem pembayaran lewat
wire transfer maupun credit card. Untuk mendapatkan e-currency dan
menggunakannya dalam transaksi online, Anda perlu mendaftar di suatu e-payment
yang menyediakan akun khusus bagi Anda. Akun tersebut dapat difungsikan sebagai
rekening e-currency untuk memfasilitasi pembayaran dan transfer secara online.
Beberapa e-payment lain yang keberadaannya cukup populer saat ini adalah Skrill
(MoneyBooker), Perfect Money, Paypal, Neteller, UKash, dll.
Dua cara yang dapat dilakukan untuk
melakukan deposit dan penarikan
e-currency pada akun e-payment antara lain, E-currency merupakan salah satu
bentuk mata uang elektronik yang dapat dimanfaatkan untuk memudahkan kegiatan
transaksi online secara universal. Dengan proses yang lebih cepat dan tidak
memakan banyak biaya, e-currency tentu dapat menjadi alternatif favorit bagi
para pelaku bisnis online, terutama bagi mereka yang ingin melakukan transaksi
berskala internasional dengan lebih cepat, praktis, dan murah. Untuk dapat
mengisi e-currency pada akun e-payment dengan lebih mudah dan irit biaya,
memanfaatkan jasa changer lokal dapat menjadi pilihan terbaik karena kecepatan
dan kemudahan yang ditawarkan.
Sumber : http://trisusantisaragih.blogspot.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar